Ayo Pilah Sampahmu dan Menabung di Bank Sampah

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya menciptakan berbagai inovasi guna pencegahan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta upaya dalam melestarikan lingkungan, salah satunya dengan mengkampanyekan Gerakan Menabung di Bank Sampah. Bank sampah merupakan suatu gerakan terobosan kecil yang berdampak luar bisa terhadap kelestarian lingkungan. Sebab,dalam mekanisme Bank sampah, DLH mengedepankan sistem pendauran sampah menjadi limbah yang bermanfaat.

Menurut petugas pemilah sampah pada bank sampah induk Kota Pekalongan Surono,  bahwa menabung di Bank sampah sangatlah mudah, masyarakat hanya perlu mengumpulkan sampah kemudian memilah sampah sesuai jenisnya (plastik, kertas dan logam), bisa secara individu maupun kelompok.

Kemudian masyarakat tinggal datang ke Bank Sampah dengan membawa sampah terpilah tersebut. selain sampah yang diambil oleh para petugas TPS3R Kota Pekalongan dan TPS di masing-masing kelurahan, komunitas, sekolah, maupun OPD, bank sampah induk Kota Pekalongan juga menerima sampah yang berasal dari warga perseorangan yang ingin dijual ke bank sampah yang berlokasikan di Kelurahan Kuripan Kertoharjo tersebut dengan masing-masing harga sudah ditetapkan daftar harganya.

Untuk harga yang dipatok per jenis sampah ini disesuaikan dengan harga lapak pasaran sampah secara nasional seperti kertas Rp300,-/kg; kardus Rp1000,-/kg; plastik HD sekitar Rp300,-; aluminium foil Rp200,-; botol Rp100,- hingga Rp.500,-, dan jenis sampah lainnya.

(Reporter: Romi Suharto)