Perlunya Kesadaran Masyarakat Terhadap Mental Illness

Kesehatan jiwa tidak kalah pentingnya dengan kesehatan raga. Kesehatan jiwa di Indonesia masih menjadi tantangan yang besar karena masyarakat memiliki perspektif yang berbeda-beda dalam konteks kesehatan. Permasalahan kesehatan tidak hanya tergambar secara fisik saja, namun juga terkait kesehatan jiwa.
 
Kesehatan jiwa saat ini masih dipandang sebelah mata. Banyak yang beranggapan bahwa masalah kesehatan jiwa bukan merupakan sebagai penyakit. Padahal, kesehatan jiwa sama halnya dengan kesehatan fisik. Jika tidak ditangani, maka sekecil apapun gangguan kejiwaan dapat mengancam kehidupan seseorang.
 
Di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang, juga turut berpengaruh memberikan dampak pada masyarakat terhadap kejiwaan karena pandemi  virus korona telah mengubah beberapa aspek kehidupan termasuk social distancing, pembatasan sosial, karantina dan isolasi diri dan lain sebagainya. Kondisi yang berubah begitu cepatnya untuk waktu yang tidak dapat ditentukan ditambah pemberitaan secara terus menerus mau tidak mau menyebabkan perubahan kesehatan mental.
 
Kepala bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dinas pemberdayaan masyarakat , perempuan dan perlindungan anak (DPMPPA) Nur Agustina menjelaskan bahwa di tengah pandemi seperti saat ini banyak faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan sosial di masyarakat sehingga banyak dari mereka yang masih berkutat dengan permasalahannya sendiri. Namun dengan adanya pandemi juga turut mendorong masyarakat untuk terlibat aktif untuk peduli akan kesehatan orang lain contohnya ketika ada tetangga atau orang yang dikenal melakukan isolasi mandiri karena positif virus korona.
 
Agustin menambahkan, di tengah pandemi korona masyarakat perlu meningkatkan dalam menjaga kesehatan mental dengan mengelola stress yang wajar serta turut berperan di lingkungannya. (Trias/BatikTV)