Rutan Kelas IIA Pekalongan Pastikan Napi Asimilasi Tidak Berulah

Sampai saat ini, tercatat sudah ada 59 orang warga binaan atau narapidana (napi) Rutan Kelas IIA Pekalongan yang menjalani program asimilasi di rumah, sesuai dengan kebijakan Kemenkumham, yang diatur dalam Permenkumham No 10 Tahun 2020.

Dari hasil pengawasan dan pemantauan, puluhan napi yang menjalani asimilasi tersebut, belum ada satupun dari mereka yang diketahui kembali ‘berulah’ dengan melakukan tindak pidana lagi.

Hal itu disampaikan Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Anggit Yongki Setiawan, Kamis (23/4) , Anggit menjelaskan, pengawasan terhadap para napi yang mendapat asimilasi itu terus dilakukan. Pengawasan dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) karena Bapaslah yang bersentuhan langsung dengan warga binaan yang ada di luar.

Anggit menegaskan, Apabila ternyata warga binaan itu ada yang kembali berulah, misalnya membuat keresahan di masyarakat, maka akan langsung dicabut proses asimilasinya. Warga binaan dimaksud, juga akan langsung ditarik kembali ke rutan untuk menjalani lagi hukuman yang sisanya.

Pembebasan melalui asimilasi tersebut didasarkan adanya Keputusan Menteri (Kepmen) Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

(Reporter: Irva Febriani)